Tito Akui Masih Ada Kerumunan Terbatas di Kampanye Pilkada

 


BERITATOTOKITA.INFO  - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengakui masih ada sejumlah kerumunan dalam jumlah terbatas dalam masa kampanye Pilkada Serentak 2020.

Meskipun, itu tak sebanyak seperti sejumlah kasus kerumunan massa pada saat pendaftaran bakal pasangan calon pada 4-6 September.

"Sampai hari ini kita tidak melihat ada peristiwa-peristiwa kerumunan seperti tanggal 4-6. Ada beberapa, nanti kita akan bahas hari Jumat. Ada beberapa dalam jumlah yang terbatas kerumunan," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, Rabu (30/9).
Mantan Kapolri itu mengklaim pelanggaran di masa pendaftaran Pilkada 2020 terjadi karena kurang sosialisasi Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020 soal protokol kesehatan selama Pilkada. Sebab, aturan itu baru rampung 1 September atau tiga hari sebelum masa pendaftaran.

Namun, Tito tak menampik ada sebagian kandidat yang memang sengaja melanggar aturan demi pamer massa.

"Mungkin ada yang sudah tahu aturan itu, tapi kemudian show off force (pamer kekuatan massa)," ucap Tito.
Tito berharap kejadian itu tak terulang lagi. Pemerintah akan kembali menggelar rapat koordinasi pada Jumat (2/10) bersama KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan untuk kembali memperketat penyelenggaraan pilkada.

Sebelumnya, Bawaslu mencatat ada 18 pelanggaran pada dua hari pertama masa kampanye, yakni Sabtu (26/9) dan Minggu (27/9). Sebagian besar pelanggaran berupa peserta kampanye melebih batas maksimal 50 orang dan pengabaian jaga jarak.

Namun setelah membuka temuan pada dua hari pertama, Bawaslu tak lagi mengumumkan temuan pelanggaran. Sejak Senin (28/9), Bawaslu tidak lagi membuka temuannya ke media massa tanpa penjelasan apapun.


Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Tito Akui Masih Ada Kerumunan Terbatas di Kampanye Pilkada | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita