Punya Hutang Rp 1 Miliar Akibat Gagal Jadi Bupati, Pensiunan PNS Ini Jadi Pengedar Uang Palsu

 



BERITATOTOKITA.INFO  - Gara-gara tergiur menjadi kepala daerah dan gagal pada pilkada tujuh tahun lalu, seorang pensiunan PNS terlibat dalam sindikat pemalsuan uang.

SMRD (63), memiliki utang menggunung akibat pencalonannya yang gagal tersebut, hingga tujuh tahun ia selalu ditagih oleh orang yang mengutanginya.

Karena tak mampu membayar utang tersebut, pria ini lalu mengedarkan uang palsu.


Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengatakan, tersangka mengaku nekat mengedarkan uang palsu untuk melunasi utang yang mencapai Rp 1 miliar.

“Kepepet untuk nyaur utang Rp 1 miliar karena kalah pilkada nyalon bupati tahun 2013,” ujar Ananta saat pres rilis di Mapolres Ngawi, Senin (28/9/2020).

SMRD mengaku baru sepekan mengedarkan uang palsu yang dia ambil dari warga berinisial ANT yang diduga merupakan anggota sindikat pengedar uang palsu dari Surabaya.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor Ngawi, Jawa Timur menangkap anggota komplotan pengedar uang palsu berinisial SMRJ (55), SMRD (63), dan SRKM (61).

Ketiga pelaku menerima uang palsu senilai Rp 1 miliar dari ANT yang diduga merupakan anggota jaringan pengedar uang palsu yang berasal dari Surabaya.

Tersangka SMRJ mendapat Rp 500 juta, SMRD Rp 100 juta, dan SWD Rp 400 juta. “Ketiganya dijanjikan keuntungan 30 persen dari uang palsu yang berhasil mereka edarkan,” ujar Ananta, saat rilis di Polres Ngawi, Senin.










Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Punya Hutang Rp 1 Miliar Akibat Gagal Jadi Bupati, Pensiunan PNS Ini Jadi Pengedar Uang Palsu | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita