Sosok Maria Pauline Lumowa Buronan Pembobol Bank BNI





BERITATOTOKITA.INFO - Keberuntungan tak lagi berpihak kepada Maria Pauline Lumowa. Setelah 17 tahun bisa berkelit dari kejaran aparat penegak hukum, pelariannya berakhir di Serbia. Dari negara pecahan bekas Yugoslavia itu, Maria akhirnya dipulangkan dan tiba di Tanah Air untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Lantas, apa yang akan dilakukan sekarang? Yang pasti, tentu saja membawa Maria ke depan meja hijau, sebagaimana telah dilakukan terhadap belasan orang dalam kasus yang sama. Di mana, sebagian besar mereka saat ini telah selesai menjalani hukuman.

Selain itu, pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Dr Mudzakir punya pandangan lain. Tak hanya fokus pada Maria, aparat penegak hukum menurutnya juga harus melacak orang-orang di balik pelarian Maria."Penting saat buronan itu ditangkap, maka dikaji dulu, disidik dulu, siapa yang bertanggung jawab untuk melepaskan buronan ini pada saat dia ke luar negeri. Dengan penangkapan ini bisa dibuka siapa yang terlibat dalam proses pelarian itu,"ujar dia  Kamis (9/7/2020).

Menurut dia, hal ini penting untuk dilakukan sebagai peringatan bagi aparat penegak hukum lainnya agar tidak melakukan hal yang sama. Apalagi saat ini banyak kasus-kasus besar sedang disidik kepolisian dan kejaksaan, yang bukan tak mungkin tersangkanya punya niat untuk melarikan diri, tentu saja dengan bantuan orang dalam.

"Jadi penelusuran tentang siapa orang yang meloloskan buronan ini penting. Kemudian pecat dia dari jabatannya dalam posisi dimana dia bekerja. Mereka tak bisa dipercaya mengamankan negara," tegas Mudzakir.Mengingat berbahaya dan jahatnya perilaku aparat yang membantu pelarian para buronan, dia menyarankan tak ada toleransi bagi perilaku seperti itu di tubuh aparat negara, khususnya aparat penegak hukum.

"Jadi saya duga ini tersistematis dan ada yang bertanggung jawab atas suksesnya pelarian para buron ini ke luar negeri. Jangan Ada toleransi terhadap orang yang berkhianat pada negara," ujar Mudzakir.
Dia menyamakan pelarian Maria Lumowa dengan Djoko Tjandra yang diyakini sama-sama punya 'sponsor' di kalangan aparat."Kita buka siapa pejabatnya, siapa yang menjadi eksekutor aksi kabur para buronan ini. Karena kalau ini tidak dibongkar akan ada buronan besar yang akan lari ke luar lagi," dia menandaskan.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji, melihat penahanan Maria Lumowa melalui jalur ekstradisi merupakan hasil kerja sama hukum dan politik antara Indonesia dan Serbia yang cukup baik dan membuahkan hasil positif bagi kedua negara. 
"Selama 17 tahun dia melarikan diri dan menetap di negara-negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi atau mutual legal assistance (MLA) on criminal matters dengan Indonesia, sehingga jelas tidak terjangkau dari aparat penegak hukum Indonesia," ujarnya Kamis (9/7/2020).

Karena itu, dia mendukung dilakukannya peningkatan kerja sama bilateral aparat penegak hukum antarnegara. Dengan adanya kerja sama itu, menurut dia pilihan yang dimiliki para buronan untuk kabur ke luar negeri makin sedikit."Seperti melakukan kerja sama perjanjian ekstradisi ataupun pengikatan melalui MLA on criminal matters untuk kerja sama yang sifatnya resiprokasi. Karena halIni akan mempersempit ruang gerak dinamis para buronan," ujar Indriyanto.













Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Sosok Maria Pauline Lumowa Buronan Pembobol Bank BNI | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita