Bibit Pelari Cepat & Suku Mante

                    Bibit Pelari Cepat dan Suku Mante


   Soal Suku Mante, ini Kata Pakar Sejarah UIN Ar-Raniry | GoNews.co

BERITATOTOKITA.INFO - Beberapa waktu lalu saya pernah menulis di Kompasiana soal potensi kecepatan manusia di lari 100  meter dan mengapa Jamaika memiliki banyak pelari cepat kelas wahid. Setelah dua tulisan itu, saya jadi ingat dengan Suku Mante yang ada di Aceh.

Sebelum sampai ke Suku Mante, saya coba mengulangi sedikit soal tulisan saya tentang pelari cepat.

Ahli biomekanis Peter Weyand ketika diwawancarai Robbie menjelaskan bahwa kecepatan maksimal manusia di lari 100 meter adalah 9,40 detik.

Murad Ahmed dalam tulisannya di Financial Times atau ft.com yang mengutip studi ilmiah tahun 2010 menyebutkan bahwa jika terkait fisik, maka orang Jamaika memiliki keunggulan karena mereka memiliki serat otot "kedutan besar" yang diperlukan untuk lari cepat. Mereka juga memiliki jantung yang besar yang membuat aliran oksigen ke otot menjadi lebih cepat

Diberitakan dari Harian Kompas pada 18 Desember 1987 dan dikutip kompas.com dijelaskan bahwa Keberadaan Suku Mante ini pernah ditulis oleh Snouck Hurgronje dalam bukunya, De Atjehers. Namun, Hurgronje belum pernah bertemu dengan Suku Mante

Snouck dalam bukunya juga menyebut Mante adalah orang Mantran yang tinggal di perbukitan Mukim XXII. Dijelaskan, pada abad XVIII, sepasang warga Suku Mante ditangkap lalu dibawa ke Sultan Aceh. Mereka tidak mau berbicara dan makan ataupun minum. Akhirnya, keduanya mati.

Diketahui, Snouck adalah orang Belanda yang memang belajar banyak tentang beberapa budaya di Indonesia dalam rangka untuk "mengalahkan" orang Indonesia

Kembali ke Suku Mante, Harian Kompas pada 18 Desember 1987 itu menyebutjan bahwa ditemukan lagi, Suku Mante di daerah Pedalaman Aceh. Seorang pawang hutan, Gusnar Effendy, menemukan Suku Mante hidup di belantara pedalaman Lokop, Kabupaten Aceh Timur

Dia juga pernah bertemu dengan suku tersebut di hutan-hutan Oneng, Pintu Rimba, Rikit Gaib di Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tenggara. "Umumnya tinggal di gua-gua, celah gunung. Kalau siang hari berada di alur-alur sungai dalam lembah," kata Gusnar dikutip Harian Kompas, edisi 18 Desember 1987.

Beberapa gua yang kerap ditinggali suku terasing ini antara lain Gua Bete, Jambur Atang, Jambur Ketibung, Jambur Ratu dan Jambur Situpang. Suku Mante ini memiliki ciri-ciri tubuh kerdil dengan ketinggian sekitar satu meter

Rambut terurai panjang hingga pantat. Sebagian dari mereka bertelanjang. Mereka memiliki kulit cerah, tubuh berotot dan kasar serta wajah bersegi dengan dahi sempit. Kedua alis mata mereka bertemu di pangkal hidung yang tampak pesek

Mungkin Suku Mante adalah salah satu suku terdepan dalam hal kecepatan lari. Namun, sekalipun saya memiliki pandangan seperti itu, saya bukan orang yang sepakat agar Suku Mante didekati dan diteliti

 







 

 

 


Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Bibit Pelari Cepat & Suku Mante | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita