Curhat Penyintas Penembakan Masjid Selandia

Curhat Penyintas Penembakan Masjid Selandia 


 BERITATOTOKITA.INFO - - Christchurch - Setahun sudah peristiwa penembakan di masjid Chrischurch Selandia Baru. Umat Islam di Negeri Kiwi pun memperingatinya, diawali salat Jumat

Ribuan orang menghadiri acara peringatan tersebut, meski trauma terus membayangi para korban dan keluarganya. Sementara terdakwa teroris Brenton Tarrant masih menunggu jadwal sidang di pengadilan.

Sebanyak 42 jemaahnya tewas dan puluhan lainnya luka-luka. 9 orang jemaah di musala Linwood Islamic Centre juga tewas di tangan teroris asal Australia itu.

Menurut Fouda, seperti dikutip dari ABC Indonesia, ia mulai bisa mencerna peristiwa ini pada November lalu, namun ia masih terus merasa trauma hingga sekarang.

Saat sang imam bersembunyi di balik mimbar, Fouda menembaki 42 jemaah dengan senjata mesin, kembali ke mobilnya untuk mengisi peluru, lalu menembaki beberapa orang lagi.

Fouda mengatakan umat Islam di Christchurch sudah berusaha melakukan pemulihan namun secara umum mereka belum pulih.

"Kami berusaha sebaik-baiknya dan kembali lagi ke masjid ini," katanya kepada salah satu media setempat."Bila kita takut, maka dia (Tarrant) akan menang," ujarnya.

Korban selamat lainnya yaitu Ahmad Jahangir, yang menunaikan salat Jumat di Linwood.

Padahal, ia sempat berhadap-hadapan dengan Tarrant, yang langsung melepaskan tembakan ke bagian dadanya.

Jahangir terjungkal ke arah bagian jemaah perempuan, hanya beberapa langkah dari istrinya yang juga berada di sana saat itu.

Jahangir menjalani sejumlah operasi selama tiga bulan, namun peluru yang menembus bahunya menyebabkan tangan kanannya tak bisa lagi berfungsi. Untuk selamanya.

Trauma juga dialami pasangan Jannah Ezat dan Hazim al Umari, orangtua dari Hussein al Umari (35) yang tewas dalam pembataian.

Jannah mengaku Hussein sering muncul dalam mimpinya, dan meminta kedua orangtuanya untuk selalu menziarahi kuburnya.

Hussein dimakamkan di pinggiran Kota Christchurch, dan ke sanalah pasangan ini pergi jika merindukan anak mereka.

Saat ditemui ABC di sana, Hazim tampak meletakkan telapak tangannya di rumput makam anaknya.

"Saya selalu merasakan kehangatan darinya kalau melakukan hal ini,"

Pasangan ini mengaku mendapatkan kekuatan untuk meneruskan hidup mereka setiap kali berziarah ke makam Hussein.

Kehilangan mendalam juga dirasakan Aya, adik dari Hussein. Namun ia bangga setelah mengetahui bahwa kakaknya bisa melarikan diri namun memilih bertahan.

Hussein, menurut para saksi mata, bertahan di lokasi dan menolong korban lainnya serta mencoba menghentikan Tarrant.

Meski keluarga ini dan banyak orang di Christchurch menganggap Hussein sebagai pahlawan, namun sesekali mereka berharap tidak demikian.








Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:


  1. ESIABET ADALAH BANDAR JUDI ONLINE UANG ASLI TERBESAR & TERPERCAYA MENGHADIRKAN BERBAGAI BONUS YANG MENGGIURKAN DAPATKAN BONUS NEW MEMBER 200% + BONUS NEXT DEPOSIT 5% (SETIAP HARI) MINIMAL DEPO & WD RP.25.000

    Bonus New Member 50%
    Daftar Judi Tembak Ikan Online
    Jackpot Slot Online Terbesar
    Daftar Judi Bola Sbobet
    .
    .
    Support Deposit via:
    🏦Bank BCA
    🏦Bank MANDIRI
    🏦Bank BRI
    🏦Bank BNI
    .
    ☎ Contact
    🔘Website: WWW|•|ESIABET1|•|COM
    🔘Whatsapp: +62 859 3259 6161
    🔘Instagram: ESIA GAME

    ReplyDelete

Curhat Penyintas Penembakan Masjid Selandia | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita