Gajah Neneng Mati, Wali Kota Medan Sedih

                                           Gajah Neneng Mati, Wali Kota Medan Sedih


BERITATOTOKITA.INFO -  Medan. Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) berjenis kelamin betina di Kebun

Binatang Medan atau Medan Zoo mati. Gajah bernama Neneng menghembuskan nafas terakhir

karena tidak mau makan sejak 3 hingga 4 hari belakangan.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan, Putrama Al Khairy mengatakan, Neneng mati pada

usia 55 tahun. Gajah dengan berat 3 ton tersebut selama ini menjadi salah satu satwa yang menjadi

daya tarik pengunjung di Medan Zoo.

"Mati sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelum mati, Neneng sempat menunjukkan tanda-tanda tidak mau

makan. Mulutnya menutup terus, bahkan sempat diinfus sebanyak 57 botol dan diberi obat anti biotik," kata Putrama

Pasca kematian Neneng, saat ini hanya tinggal satu gajah sumatera betina bernama Siti di kebun

binatang yang terletak di Jalan Bunga Rampe IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan

Tuntungan. Neneng berasal dari Aceh, sedangkan Siti dari Taman Hutan Raya (Tahura).

"Keduanya menghuni Kebun Binatang Medan sejak 15 tahun lalu," ujarnya.

Ditegaskan Putrama, selama ini kedua gajah tidak kekurangan pakan. Selain mendapatkan jatah

makan sesuai standar dari dokter hewan di Kebun Binatang Medan, Neneng dan Siti juga tidak

dikurung. Keduanya dibiarkan makan di areal Kebun Binatang Medan.

"Gajah dilepas, dan hidup di aera lahan seluas 30 hektare di sini. Keduanya bisa dapat tambahan makanan," ucapnya.

Setelah diperiksa, Neneng akan dikubur di kawasan Kebun Binatang Medan. Nantinya alat berat akan

dikerahkan untuk penguburan gajah sumatera itu. Alat berat yang diturunkan milik Dinas Pekerjaan Umum Pemko Medan.

"Nanti ditetapkan tempat penguburannya. Agar aromanya tak tercium ke luar di kawan Kebun

Binatang ini,” tuturnya.

Sehat Sejak 2008


Dokter Hewan di Kebun Binatang Medan, drh. Sucitrawan menyebut, kematian gajah Neneng

terindikasi karena faktor usia. Indikasi ini berdasarkan nekropsi atau bedah bangkai yang dilakukan

pihaknya. Dikatakan Sucitrawan, tim dokter sudah merawat Neneng.

"Gejalanya enggak mau makan, lemah, lalu kita rawat, kita infus, kita kasih vitamin dan antibiotik," ungkapnya.

Sucitrawan menerangkan, untuk mengetahui lebih tegaknya penyebab kematian gajah Neneng, tim

medis bersama BKSDA sedang mengautopsi, kemudian membawa hasil autopsi untuk dicek di laboratorium.

Diungkapkannya, saat pindah dari Kebun Binatang di Jalan Brigjen Katamso ke Simalingkar B, gajah

Neneng masih sehat. Sucitrawan mulai memantau perkembangannya sejak 2008, dan tidak pernah

melihat Neneng sakit parah, hanya diare biasa.

"Hari ini dia sudah mati, tim sedang mencari tahu penyebabnya," terangnya.

Plt Wali Kota Medan, Akhyat Nasution, yang mengetahui adanya kabar gajah betina mati langsung

bergegas ke Kebun Binatang Medan. Setelah sempat berdiskusi dengan sejumlah dokter hewan,

Akhyar memberikan keterangan terkait kematian gajah betina tersebut.

"Pemerintah Kota Medan turut berduka atas matinya Neneng. Gajah betina ini berada di sini sejak

berusia 20-an tahun. Lebih dari 20 tahunan, sejak di Kebun Binatang di Jalan Brigjen Katamso,

Neneng sudah dirawat," ungkap Akhyar.





































Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Gajah Neneng Mati, Wali Kota Medan Sedih | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita