Seorang Anak Tega Membunuh Ayah Kandung dan Cor Mayatnya di Septik Tank Hanya Karena Pacaran Lagi

Karena Pacaran Lagi, Wahudin Tega Membunuh Ayahnya Lalu Mayatnya Dicor di Septic Tank


Beritatotokita.info - Jika Mawang yang tidak sanggup mengutarakan kasih sayang yang telah diberikan kedua orang tuanya, dan diungkapkan kedalam sebuah lagu nunu-nani-nunu-nani huahh yang sempat viral beberapa saat lalu maka lain halnya dengan Wahudin (28).

Pemuda yang bertempat tinggal di Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini tega menghabisi nyawa dari ayah kandungnya sendiri.

Wahudin menghabisi nyawa ayah kandungnya itu menggunakan kapak yang berukuran besar , kemudian setelah ayahnya tewas, Wahyu berkeinginan untuk menghilangkan jejaknya.

Mayat sang ayah dibungkus olehnya menggunakan karpet lalu dicor kedalam sptik tank dan alat berupa kampak yang digunakan pelaku kemudian dibuang ke taman pemukiman desa setempat.

Dugaan sementara pelaku mengidap gangguan jiwa sehingga tega menghabisi nyawa dari ayah kandungnya sendiri.

Atas perbuatannya tersebut, kepolisian menjatuhkan hukuman pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maximal 15 tahun penjara walaupun mengidap gangguan jiwa.

Awal terjadi pembunuhan tersebut adalah Wahudin tidak terima jika ayahnya kembali memadu kasih dengan seorang perempuan tetangganya tersebut.

Dilansir dari Tribunjateng, pembunuhan tersebut terjadi pada Selasa, (29/10/2019) siang hari. Kemudian pembunuhan tersebut heboh ketika ibu kandung dari tersangka melihat banyaknya cipratan darah dirumahnya, pada pukul 12:00 WIB siang hari.

Kapolsek Warureja, Iptu Nugroho mengaku mendapatkan informasi pembunuhan tersebut pada Selasa (29/10/2019) sore hari 17:45 WIB, dan membenarkan kejadian tersebut.

Setelah membunuh, pelaku sempat menyerahkan dirinya kepada warga setempat, lalu warga setempat menyerahkan pelaku ke Mapolsek Warurejo untuk diproses hukum, terang Nugroho.

"Laporan ini kami dapat dari ibu pelaku yang melihat banyak darah bercecer di rumah. Namun, selesai membunuh sang ayah,".

"Tiba-tiba pelaku menyerahkan diri ke warga setempat. Lalu, pelaku diboyong bareng-bareng oleh warga ke Mapolsek," jelas Nugroho.

Setelah membunuh, pelaku juga diketahui sempat ingin menghapus jejaknya dengan cara menaburkan kopi, hal tersebut dikatakan oleh Kasatreskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono.

Saat melakukan olah TKP (29/10/2019) malam, terdapat bekas kopi pada tempat kejadian perkara.

Banyaknya cipratan darah pada sekeliling tempat kejadian, pelaku mencoba membersihkannya sebelum menutupinya menggunakan bubuk kopi.

Tetapi karena darah yang banyak, pelaku akhirnya memboyong korban dan membuangnya ke septic tank di luar rumah.

"Bapaknya yang terbungkus karpet itu disemen atau dicor di dalam septic tank dengan diameter sekitar 1 Meter. Usai selesai mengecor, dia menaburkan banyak kopi di dalam rumah untuk menghilangkan aroma bau darah. Namun, saat kami ke TKP, masih banyak bercak darah di dinding-dinding rumah," terang Gunawan, Rabu (30/10/2019).

Setelah pelaku dimasukan kedalam jeruji besi, pelaku pun mengakui perbuatannya tersebut, dan pelaku juga mengaku tidak menyesal telah membunuh ayahnya.

Pelaku yang biasa dipanggil Udin tersebut mengatakan bahwa pembunuhan tersebut sudah diniatkan untuk ayahnya saat berada di rumah.

Udin menilai bahwa ayahnya tersebut telah berselingkuh dengan wanita lain.

"Niatnya mau melukai dan membunuh. Bapak ku pacaran lagi soalnya," terang Udin.

Udin mengatakan bahwa dirinya kesal karena ayahnya itu telah melakukan perselingkuhan ke perempuan tetangga sebelahnya

"Sudah banyak buktinya. Selingkuhannya pernah dikasih motor oleh bapak saya. Namanya Nana," ucap Udin.

Udin yang telah membunuh ayahnya merasa ketakutan sendiri sehingga memilih untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Ketakutan Udin setelah membunuh adalah masa tahanan yang lama jika dirinya melarikan diri.

"Takut dihukum lama. Akhirnya, saya serahkan diri. Ya saya emang sudah kesal lama dengan bapak saya," tutur Udin.

Kepala Desa Kendayakan, Rasiun membantah bila Udin membunuh ayahnya karena korban ketahuan selingkuh.

"Bukan mas. Tidak ada selingkuh-selingkuhan. Itu hanya prasangka-prasangka yang muncul di pikiran pelaku," kata Rasiun.

Menurut Rasiun, warga desa sudah lama merasa resah dan takut atas keberadaan Udin di desa mereka.

"Warga sedesa takut sama Udin. Warga ingin si Udin keluar dan meninggalkan desa jauh-jauh. Tapi ya gimana, kasian juga," jelasnya.

Rasiun menambahkan, Udin ternyata juga sempat melakukan penyerangan sebelumnya.

Rasiun menerangkan, Udin bahkan tidak segan-segan untuk melukai dan menyerang orang di sekitarnya yang berani mengganggu keluarga terdekatnya.

"Sebab, tahun 2017 lalu juga sama kejadiannya. Hanya saja, dulu bapaknya masih bisa diselamatkan," jelas Kades.

Pembacokan ini juga bukan yang pertama kali untuk ayahnya, Rahadi ternyata tidak hanya sekali mendapat serangan dari anaknya sendiri.

Udin, juga diketahui pernah menyerang almarhum ayahnya dengan luka bacok di bagian punggungnya pada tahun 2017 lalu.

Selain ayahnya sendiri, kakaknya pun tak luput dibacok pada tahun 2016.

Rasiun juga menjelaskan bahwa Udin juga sudah tiga kali dikirimkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mitra Siaga Kabupaten Tegal.

"Sudah tiga kali. Kalau tidak salah 2016, 2017, dan terakhir bulan puasa 2019 lalu. Meski dibawa ke RSJ, sang pelaku kalau diajak ngobrol biasa aja kayak orang normal. Pelaku kesehariannya wajar seperti orang biasa," terang Rasiun lagi.

Awal Udin dibawa ke RSJ adalah pada tahun 2016 lalu setelah melakukan pembacokan terhadap kakak pertamanya.

Lalu pada tahun 2017, Udin kembali dibawa ke RSJ lagi karena dengan tiba-tiba membacok punggung ayahnya sendiri.

"Pelaku kalau kesehariannya wajar mas, seperti orang normal biasa. Pelaku memang dikenal pendiem. Dia dibawa ke RSJ karena menyerang keluarganya sendiri," kata Rasiun.

"Bahkan, kakak pertamanya yang pernah dibacok pun sudah tidak berani tinggal di sini (Tegal). Kakaknya sudah menetap di Jakarta," tambah Rasiun.

Sariah, ibu dari tersangka menyebutkan percakapan terkahirnya dengan si Udin.

Kecurigaan Sariah bermula ketika banyaknya bercak darah dan serbuk kopi yang bertebaran didalam rumah.

"Saya bingung. Ada apa ini. Saya sempat tanya ke anak saya (pelaku), di mana bapak? Anak saya banyak berbohongnya."

Jawabnya malah bapak kerja.Padahal, sandalnya ada di rumah. Saya saat itu curiga. Ternyata benar, saat disidik-sidik, bapak ada di dalam septic tank," terang Sariah sambil menangis.

Sumber : Tribun News
Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. ESIABET adalah Salah Satu Agen Judi Bola Online & Bandar Slot Online Terpercaya di Indonesia !!
    .
    ⏩ Tersedia 3 Pasaran Terlengkap Untuk SportBook
    ⏩ Ribuan Provider Slot Online Yang dapat kamu mainkan
    ⏩ Jackpot hingga jutaan rupiah selama 1 x 24jam
    ⏩ Taruhan Terkecil dari 5.000 rupiah
    ⏩ Bisa Bermain Judi Mix Parlay Bola Jalan
    ⏩ Minimal Bett Parlay Rp.10.000
    ⏩ Minimal Deposit Rp.25.000
    ⏩ Minimal WithDraw Rp.50.000
    .
    ESIABET juga menyediakan promo menarik yang bisa anda dapatkan setiap hari:
    👉Bonus Member Baru
    *Deposit 25.000 + Bonus 10.000
    *Deposit 50.000 + Bonus 20.000
    *Deposit 100.000 + Bonus 40.000
    *Deposit 200.000 + Bonus 80.000
    *Deposit 500.000 + Bonus 100.000
    *Deposit 1.000.000 + Bonus 200.000
    *Deposit 2.000.000 + Bonus 400.000
    *Deposit 5.000.000 + Bonus 500.000
    👉WELCOME BONUS 100% (Khusus Slot) Maksimal Bonus 1jt
    👉WELCOME BONUS 100% (Khusus Bola) Maksimal Bonus 300rb
    👉BONUS NEXT DEPOSIT 10% (Khusus Bola, Live Casino, Slot Games)
    👉BONUS CASHBACK MINGGUAN SPORTBOOKS HINGGA 15%
    👉BONUS REBATE SLOT & LIVE CASINO 0.8%
    .
    Contac Person Online 24 Jam
    ☎Whatapps : 0859-3259-6161
    📱LINE : ESIABET77
    📱IG = ESIABETJITUPARLAY

    Link Alternatif ESIABET
    🌐 www.esiabet .in
    🌐 www.esiabet88 .com

    Salam Hoki & JP Selalu Bosku 💪😁

    Bonus New Member 100%
    Agen Bola Terbesar & Terpercaya

    ReplyDelete

Seorang Anak Tega Membunuh Ayah Kandung dan Cor Mayatnya di Septik Tank Hanya Karena Pacaran Lagi | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita