Bela Sawit di WTO, Pakai Pengacara dari Brussel

                                          Bela Sawit di WTO, Pakai Pengacara dari Brussel


BERITATOTOKITA.INFO  - Jakarta - Indonesia akan mengajukan pemberitahuan konsultasi bilateral dengan Uni Eropa (UE)

melalui World Trade Organization (WTO) soal kelapa sawit. Konsultasi tersebut membahas

penolakan sawit Indonesia oleh UE melalui Delegated Regulation yang merupakan turunan dari

Renewable Energy Directive II (RED II) sebagai energi terbarukan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, pihaknya akan mengajukan sesi pertemuan dengan UE yang

melampirkan dokumen-dokumen pembelaan Indonesia atas diskriminasi tersebut.

"Ini RED II kita mau melakukan notifikasi ke WTO bahwa kita akan memulai proses konsultasi,"

kata dia, di ICE BSD City, Banten

"Kan kita harus persiapan dulu nih. Kita baru melakukan notifikasi dulu ke WTO. Baru mau dikirim

November. Kalau kita mengirim ke sana kita harus yakin dulu kalau kita mau melakukan konsultasi bilateral," jelas Wisnu.

"Proses di DSB kan pertama bilateral consultation dulu. Waktu mau memulai itu kita kasih tahu

bahwa kita mau memulai," imbuhnya.

Dalam konsultasi tersebut, lanjut Wisnu Indonesia akan menyewa firma hukum dari Brussel, Belgia.

"Lawyer-nya satu, memang dari luar negeri lawyer-nya. Karena untuk beracara di WTO itu harus ada

persyaratannya. Tidak semua lawyer bisa beracara di DSB nya WTO. Lawyer-nya dari Brussel," tandas dia.

Perjuangkan Sawit di Eropa, Jokowi Minta Dukungan Belanda


Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Sekretaris

Kabinet Pramono Anung, dan lain-lain bertemu dengan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte di

Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan bahwa Belanda merupakan salah satu mitra yang penting

bagi Indonesia di Eropa, baik di perdagangan, investasi, maupun pariwisata.

Presiden Jokowi berharap medapatkan dukungan dari Pemerintah Kerajaan Belanda untuk

menghadapi kebijakan Uni Eropa terhadap kelapa sawit. Hal tersebut ditulis dalam keterangan pers bersama dengan Mark Rutte.

BACA JUGA

Holding Perkebunan Ekspor Perdana Kelapa Sawit ke AS

Gapki Ajak Generasi Muda Surabaya Mengenal Industri Kelapa Sawit

Ragam Kerja Sama Uni Eropa-RI, Mulai dari Minyak Kelapa Sawit hingga Limbah

"Saya juga menghargai kerja sama yang baru saja ditandatangani oleh Indonesia dan Belanda di New

York, mengenai pengembangan kapasitas petani sawit untuk

menghasilkan kelapa sawit yang baik," jelas Presiden Jokowi yang dikutip dari laman Setkab

Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan banyak mitra termasuk

Belanda. Sebab situasi perekonomian di dunia sedang mengalami pelemahan.

Di bidang perdagangan sendiri, Jokowi sepakat untuk terus ditingkatkan. "Di bidang perdagangan

kita sepakat untuk terus meningkatkan perdagangan yang terbuka dan fair," tutur Jokowi.

Sementara untuk bidang investasi, Jokowi mengajak Belanda untuk meningkatkan kemitraan di

bidang infrastruktur maritim dan pengelolaan air.

































Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Bela Sawit di WTO, Pakai Pengacara dari Brussel | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita