Terbakarnya Pabrik Korek Api Gas di Langkat

                                         Terbakarnya Pabrik Korek Api Gas di Langkat


BERITATOTOKITA.INFO - Kebakaran. terjadi di pabrik industri rumahan korek api gas di Jalan Tengku Amir Hamzah,

 Dusun IV Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,

Sebanyak 30 orang meninggal secara mengenaskan dalam peristiwa ini. Hangus dan sulit dikenali.

Korban diduga tidak bisa menyelamatkan diri karena seluruh akses dikunci saat pekerjaan berlangsung.

Lokasi yang terbakar berupa rumah permanen berukuran sekitar 5x7 meter.

BACA JUGA

Dari 30 orang yang meninggal, lima di antaranya adalah anak-anak. Rata-rata korban tewas

berjenis kelamin perempuan. Anak-anak yang menjadi korban kebakaran adalah anak dari pekerja.

"Korban tewas 30 orang. Rinciannya 5 anak-anak selebihnya orang dewasa," kata Kepala Badan

Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat‎, Irwan Syahri,

Seluruh jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Bhayangkara Pokda Sumut, Jalan KH Wahid

Hasyim, Kota Medan, untuk diautopsi.‎

Diduga kebakaran terjadi akibat ledakan tabung gas. Api dengan cepat menjalar hingga

menghanguskan seluruh pabrik.

Pihak BPBD belum dapat memastikan dari mana asal ledakan tersebut terjadi, dan belum mengetahui

persis penyebab si jago merah mengamuk.

"Informasi awal menyebutkan, saat pekerja hendak salat Jumat, terdengar ledakan. Tapi tidak tahu ledakan apa

dan dari mana asalnya. Belum dapat informasi, masih diselidiki," Irwan menerangkan.

Seorang warga sekitar, Dewi menyebut, pekerja di pabrik korek api gas tersebut diperkirakan berjumlah puluhan orang.

Sebagian besar pekerja berstatus ibu rumah tangga. Di antara pekerja ada yang membawa anak saat bekerja.

"Pekerja didominasi warga sekitar. Ada juga yang berasal dari Stabat dan Binjai," Dewi menandaskan.‎

Informasi yang diperoleh, ada empat korban selamat dari kebakaran di pabrik yang sudah beroperasi

kurang lebih sekitar tiga tahun tersebut. Mereka adalah Pipit, Ariyani, Nurasiyah, dan Ayu Anita Sari.


Pabrik Ilegal



Tewaskan 30 Orang, Begini Kondisi Pabrik Korek Gas di Langkat

Tim penyelidik bekerja di lokasi kebakaran pabrik korek gas di Binjai, Langkat, Sumatera Utara,

Korban tewas telah dievakuasi dari TKP ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut di Kota Medan. (Ivan Damanik/AFP)

Kapolsek Binjai AKP B Naibaho menerangkan, pabrik merupakan tempat perakitan kepala pemantik api ilegal.

Saat beroperasi, pabrik ini hanya menerima kepala pemantik api yang datang dari Medan dan sudah berisi gas.

Di pabrik ini hanya merakit kepala batu pemantik api.

"Di sini dipasang kepala pemantiknya, lalu di-packing," ujarnya.

Dia mengungkapkan, informasi sementara yang diperoleh pihaknya, ledakan berawal saat seorang

pekerja pabrik mencoba pemantik api yang telah dipasang batu macis. Tiba-tiba terjadi ledakan dan

menyambar pemantik api lainnya.

"Posisi para korban saat itu di belakang. Banyak yang tidak bisa keluar dari dalam rumah. Hal ini

dikarenakan pintu depan tidak dapat diakses atau dibuka dan jendela dipasang jerjak besi," ungkapnya.

Naibaho juga mengimbau kepada pihak keluarga untuk merapat ke RS Bhayangkara Polda Sumut di

Medan, supaya dapat membantu pihak kepolisian mengetahui identitas dari para korban tewas.

Sementara itu, untuk mengungkap peristiwa tersebut, pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara

(Polda Sumut) sudah menurunkan Tim Labfor ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Pastinya, kebakaran sumbernya api. Karena pabrik rumahan ini adalah pabrik korek api. Akibat gas,

mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto,

Dia menyebut, seluruh korban tewas berjumlah 30 orang. Korban tewas terdiri dari ibu rumah tangga

dan anak-anak, dan telah dievakuasi dari TKP ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut di Kota Medan.

"Di RS Bhayangkara para korban diautopsi sembari pengumpulan data antemortem. Kondisi korban

hangus terbakar dan susah dikenali," sebutnya.

Polda Sumut juga memeriksa forensik melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk

mengetahui identitas korban.

"Kita akan meminta pertanggungjawab secara hukum kepada pihak-pihak terkait, diduga

mengabaikan keselamatan dalam bekerja tyang menewaskan puluhan korban," ucapnya.

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumut menerima data ante mortem

dari pihak keluarga korban kebakaran pabrik korek gas di Kabupaten Langkat. Pihak keluarga

menyerahkan data ke posko yang disediakan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

Kasubdit Kespol AKBP Jauhari Ginting selaku ketua Posko Ante Mortem mengatakan, data ante

mortem merupakan data fisik atau ciri khas korban, misalnya pakaian, aksesori, barang bawaan, tanda

lahir atau penanda lainnya.

"Juga bisa luka atau cacat tubuh, foto, hingga DNA dari keluarga dengan hubungan darah," kata Jauhari,

Diungkapkan Jauhari, piham Tim DVI Polda Sumut juga terus bekerja mengumpulkan data-data

tersebut. Nantinya, data-data itu akan memudahkan petugas dalam melakukan identifkasi terhadap para korban tewas.

"Masih proses pengambilan DNA, mengingat kondisi jenazah kebakaran mengalami luka bakar serius," ungkapnya.

Kabid Dokkes Polda Sumut yang juga Ketua Tim Identifikasi Korban di Rumah Sakit Bhayangkara,

Kombes Pol dr Sahat Harianja menerangkan, identitas dua jenazah korban kebakaran pabrik korek

gas di Langkat, Sumut, telah diketahui.

"Seorang diidentifikasi melalui sidik jari dan seorang lagi dari gigi. Saya belum bisa paparkan   namanya,"terangnya.

Informasi diperoleh Liputan6, dua jenazah yang teridentifikasi berjenis kelamin perempuan. Seorang

di antaranya berinisial S yang dikenali melalui sidik jari. Sidang untuk mengidentifikasi kedua

korban itu sudah dilakukan.

"Sepintas rekonsiliasi sudah dilaksanakan. Rekonsiliasi secara garis besar kita laksanakan segera,"   ujar Sahat.

Sementara Kasubbid Dokkes RS Bhayangkara Medan, AKBP drg Johari Ginting menyebut, hanya 1

korban yang dapat diambil sidik jarinya, sehingga hanya 1 jenazah itu yang teridentifikasi melalui data primer.

drg Johari menuturkan, sudah 29 keluarga dari 30 korban yang melaporkan data ante mortem

kerabatnya ke Pos DVI, dan baru 13 korban yang telah diambil sampel DNA keluarganya. Sebab,

pemeriksaan DNA memerlukan waktu.





































Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. Gabung sekarang juga di ESIABET Situs Judi Online Terpercaya dan Berlisensi Resmi di Asia.

    Minimal Deposit & Withdraw 25.000
    Support bank BCA, Mandiri, BNI, BRI

    Kelebihan ESIABET
    SPESIAL BONUS :
    - UANG TUNAI SEBESAR 2.000.000
    - BONUS MEMBER BARU 20%
    - BONUS CASHBACK MINGGUAN 5% - 10%
    - BONUS NEXT DEPOSIT 5%
    - BONUS ROLLINGAN POKER 0.5%
    - BONUS REFERRAL 5%
    - Mega Jackpot Rp 60 JUTA

    Permainan di ESIABET 1 ID untuk Semua Games :
    💰 SPORTBOOK
    💰 LIVE CASINO
    💰 POKER ONLINE
    💰 TOGEL SGP
    💰 SABUNG AYAM
    💰 SLOT GAMES
    ▬▬▬▬
    🤳Hubungi kami segera :
    ☎Whatapps: +85569988390
    📱LINE : SENTABET888
    📱IG = BANDARESIABET303
    Link Alternatif :
    ◘ www,esiabet,live
    ◘ www,esiabet,club
    Versi Mobile :
    ◘ m,esiabet,live
    ◘ m,esiabet,club
    ▬▬▬▬
    DAFTAR .. BERMAIN .. dan MENANG‼👌😍

    ReplyDelete

Terbakarnya Pabrik Korek Api Gas di Langkat | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita