Istri Pelaku Bom Gereja Sri Lanka Melakukan Aksi Bom Bunuh Diri Saat Penggerebekan Oleh Polisi

Hasil gambar untuk Rumah pelaku bom bunuh diri sri lanka


Berita Hangat TOTOKITA - Kepolisian Sri Lanka melakukan penggerebekan terhadap rumah pelaku Bom Paskah beberapa saat setelah pengeboman gereja terjadi di Sri Lanka.

Penggerebekan dilakukan pada kediaman tersangka yang dihuni oleh istri tersangka yang tengah hamil dan kedua anaknya.

Saat penggerebekan dilakukan, bom kembali diledakkan oleh istri tersangka dengan cara meledakkan rompi bom yang telah di sediakan sebelumnya, akibat dari ledakkan tersebut menewaskan tiga orang dari pihak kepolisian , kedua anak tersangka, serta istri yang sekaligus pelaku yang tengah hamil.

Meledaknya bom pada saat pengerebekan sangat mirip dengan kejadian bom Sibolga, Sumut, yang sama-sama di ledakkan oleh istri pelaku bom bunuh diri.

Selain dari itu, pelaku bom bunuh diri yang menelan korban 359 orang meninggal dan 500 orang luka-luka tersebut bukanlah berasal dari keluarga yang perekonomiannya mengarah kebawah.

Fakta tersebut didukung oleh penjelasan wakil mentri pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene yang mengatakan bahwa beberapa pelaku bom bunuh diri tersebut memiliki latar pendidikan yang baik dan dari keluarga kaya pada saat konfrensi pers Rabu (24/4/2019) silam.

Tersangka memiliki gelar sarjana hukum dan semuanya adalah orang Sri Lanka, tambahnya.

Selain dari itu, dua saudara laki laki perencana serangkaian serangan bom bunuh diri tersebut juga berasal dari anak seorang pedagang rempah yang kaya, hal tersebut diperlihatkan dari rumah putih besar mereka.

Bahkan salah satu dari mereka, Inshaf Ibrahim (30) adalah seorang yang memiliki pabrik tembaga dan diyakini adalah dalang dari serangan bom pada Minggu Paskah tersebut.

Bom tersebut diledakkan pada hotel mewah Shangri-La pada saat acara sarapan prasmanan sedang berlanjut, tutur seorang sumber yang dekat dengan keluarga tersangka.

Penggerebekan rumah tersangka di Kolombo segera dilakukan oleh kepolisian setelah pengeboman terjadi.

Pada saat penggerebekan terjadi, istri dari salah satu tersangka yang tengah hamil meledakkan bom yang berbentuk jaket sehingga menewaskan pelaku, kedua anak pelaku, dan tiga aparat kepolisian yang bertugas.

Pelaku, Ilham Ibrahim diketahui adalah seorang penganut ideologi ekstremis yang telah terlibat dalam pertemuan National Tawheed Jamaath, atau sebuah kelompok Islam lokal yang diduga kuat terlibat dalam perencanaan serangan, hal tersebut di paparkan oleh kerabat dekat tersangka.

Sedangkan saudara Ilham Ibrahim yang juga seorang pengusaha, Inshaf, lebih memiliki pandangan yang moderat dan dikenal sebagai seorang yang murah hati dan suka memberikan sumbangan kepada stafnya juga keluarga miskin lainnya. Dia menikahi anak dari seorang produsen perhiasan yang kaya raya.

Ayah dari pelaku tersebut, Mohamed Ibrahim, diamankan oleh kepolisian ketika sedang melakukan penyelidikan terkait serangan tersebut.

Mohamed Ibrahim, adalah sosok yang dikagumi oleh banyak orang dan seorang pedagang rempah-rempah kaya, juga bagian dari pilar komunitas bisnis yang memiliki Enam orang Putra dan Tiga orang Putri.

"Dia terkenal di daerah itu karena banyak membantu orang miskin dengan makanan dan uang. Tidak pernah terlintas di pikiran anak-anaknya bisa melakukan hal tersebut," ucap seorang tetangga mereka.

Akibat dari serangan tersebut, masyarakat muslim di Sri Lanka yang berjumlah 10 persen dari total populasi negara tersebut merasa ketakutan.

Hal tersebut ditujukan oleh jumlah pengungsi dari Pakistan yang tinggal didekat Negombo dimana sebuah gereja yang diledakan terpaksa mengungsi menggunakan bus umum untuk menghindari ancaman pembalasan.

Farah Jameel, seorang pengungsi yang tinggal di daerah tersebut mengatakan keluarganya telah diusir oleh penduduk setempat yang marah.

"Mereka memukuli kita, bahkan tuan tanah kami tidak membiarkan kami tinggal disini, dia mengusir kami dari sini dan meminta kami pergi kemana pun kau ingin pergi."

Umat Muslim yang tinggal di dekat keluarga Ibrahim menyatakan kesedihan mereka karena tetangga mereka terlibat dalam rencana teror di Sri Lanka.

"Tidak hanya bagi umat Islam, seluruh komunitas, seluruh Sri Lanka, semua orang adalah saudara dan saudari kita, semua orang yang telah meninggal adalah saudara dan saudari kita," kata seorang tetangga yang mengidentifikasi dirinya dengan nama depannya Taybeh.

"Saya punya adik laki-laki, dia sangat ketakutan, semua anak di gang-gang, mereka sangat takut, adik laki-laki saya - dia bahkan tidak berani pergi ke kamar mandi sendirian

"Semua orang berpikir, apa yang akan terjadi pada saat berikutnya? Bahkan ketika aku tidur, aku tidak tahu apakah aku akan bangun keesokan paginya."

Kegagalan untuk bertindak berdasarkan intelijen terperinci yang mengarahkan pada serangan yang direncanakan itu juga telah menyebabkan perselisihan di tingkat tertinggi pemerintahan di negara tersebut, Presiden Sri Lanka Maithrapala Sirisena meminta menteri pertahanan dan kepala polisi negara itu untuk mundur.

Wijewardene, wakil menteri pertahanan, mengatakan bahwa pihak berwenang telah menyelidiki penyusupan kelompok Negara Islam (ISIS) di Sri Lanka selama bertahun-tahun, mengawasi dengan cermat pejuang asing yang kembali dan keluarga mereka.

"Saya tidak tahu kondisinya akan meningkat hingga ke skala ini," katanya.

Pihak berwenang juga mengabaikan peringatan dari para pemimpin Muslim di negara itu pada Januari lalu, tentang seorang ulama ekstremis yang diyakini telah merencanakan serangan pada Minggu Paskah.

Penangkapan, interogasi dan peledakan terkendali masih berlanjut di sekitar Sri Lanka, dengan pihak berwenang mengatakan mereka juga berencana untuk meningkatkan keamanan di sekitar bandara dan untuk maskapai penerbangan.

Sejumlah lembaga dari Australia, Inggris, AS dan UEA membantu penyelidikan.

"Dalam beberapa hari, kami akan memiliki kendali penuh," kata Wijewardene.

Serangan-serangan itu juga telah memicu dampak buruk pada perekonomian Sri Lanka, dimana terjadi pembatalan pemesanan secara massal di hotel-hotel.

Hotel Shangri-La Kolombo, yang dibom, telah ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kehadiran personil keamanan juga ditingkatkan di sekitar pusat-pusat utama kegiatan warga dan kebijakan jam malam di malam hari juga masih terus diberlakukan.







REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%











Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Istri Pelaku Bom Gereja Sri Lanka Melakukan Aksi Bom Bunuh Diri Saat Penggerebekan Oleh Polisi | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita