Praktek Pungli Oleh Kepala Puskesmas di Tuban Mendapatkan Omset Puluhan Juta Per Bulan



Berita Hangat Totokita - Kepala Puskesmas di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. ini menjawab bahwasannya praktek Pungli di Tanah Air sudah menjadi budaya dan tidak mudah untuk dihapuskan lagi dari diri masyarakat Indonesia.

Kepala puskesmas tersebut diamankan oleh aparat Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Jawa Timur atas dugaan pemotongan honor karyawan di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dalam kasus tersebut, kepolisian telah menetapkan sebanyak dua orang tersangka yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Widang diantaranta dengan inisial SP.

Kasus pungli tersebut mencuat karena adanya laporan dari masyarakat kepada kepolisian Jawa Timur, kemudian setelah menerima laporan kepolisian melakukan penyelidikan dan mendapatkan kebenaran atas penyelidikan tersebut. SP segera diamankan dari Puskesmas tempatnya bertugas, Senin 25 Maret 2019, jelas Direktur Reskrimsus Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Akhmad Yusep Gunawan.

Yusep menjelaskan, pungli tersebut berasal dari honor jasa pelayanan kesehatan yang diterima karyawan Puskesmas Widang dari Badang Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS. Masing-masing karyawan mendapatkan honor berbeda-beda, sesuai kinerjanya. Total 36 karyawan yang honornya dipotong antara Rp100 ribu hingga Rp1 juta itu.

Ternyata, papar Yusep, aksi tersangka itu sudah berjalan empat bulan. Selama itu, dia sudah mengumpulkan uang potongan sebesar Rp171 juta. Kepada penyidik, tersangka mengaku mengambil empat puluh persen dari total dana potongan.
"60 persennya tersangka beralasan untuk kepentingan lain, seperti biaya operasional lain sebagainya," katanya di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Kamis, 28 Maret 2019.
Penyidik menduga aksi melanggar hukum itu dilakukan tersangka SP tidak hanya tahun 2019 saja. Tahun sebelumnya bisa jadi kebijakan memotong honor karyawan Puskesmas Widang juga terjadi. "Kita akan lakukan pengecekan untuk tahun sebelumnya (2018)," ujar Yusep.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera mengatakan, tersangka SP tidak ditahan karena tenaganya masih dibutuhkan untuk keberlangsungan pelayanan masyarakat di Puskesmas Widang. Soal penahanan itu kewenangan penyidik.
"Tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi," katanya.

REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar















Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Praktek Pungli Oleh Kepala Puskesmas di Tuban Mendapatkan Omset Puluhan Juta Per Bulan | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita