Kelompok ISIS Menyatakan Bahwa Mereka Masih Jauh Dari Kata Selesai




Berita Hangat Totokita - Jantung pertahanan terakhir kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Baghou ditaklukan oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang dibantu oleh Amerika Serikat (AS) diklaim sebagai akhir dari kekuasaan ISIS.

Disebutkan oleh juru Bicara SDF, Mustafa Bali, bahwa ISIS telah mengalami 100 persen kekalahan dari luas teritorial mereka yang telah dikuasai oleh pasukan SDF. Artinya adalah kekhalifahan ISIS dari sepertiga luas wilayah Irak dan Suriah atau seluas Iggris telah berakhir.

"Baghouz telah dibebaskan. Kemenangan militer melawan ISIS telah tercapai," kata Bali, dikutip Reuters, Sabtu (23/3).

"Pasukan Demokrat Suriah mengumumkan penghapusan total apa yang disebut kekhalifahan dan 100 persen kekalahan teritorial Isis (kelompok ISIS)," ujar Bali, dalam cuitannya di Twitter, dikutip BBC.

Namun dengan jatuhnya kota Baghouz yang berbatasan antara Irak-Suriah itu tidaklah menandakan bahwa kelompok pemberontak tersebut telah berakhir.

Faktanya adalah kelompok ISIS yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghdadi tersebut masih terus aktif di berbagai negara dan terus melakukan bermacam propaganda pada dunia maya setiap harinya.

Juga disebutkan oleh data monitoring BBC, ISIS melakukan klaim bahwa telah melakukan serangan  melalui medianya setidaknya 3.670 serangan diseluruh dunia pada tahun 2018 lalu dengan average 11 serangan per hari dan terdapat 502 serangan pada awal 2019 ini.

Titik terbesar dari serangan ISIS ini berpusat pada Irak sebanyak 1.767 serangan atau 48 persen dan serangan pada suriah sebanyak 1.124 titk atau 31 persen, semua terjadi ketika Baghouz tempat pertahanan terakhir mereka di kepung pada tahun 2018 silam.

Dan bukti lanjutan bahwa ISIS masih tetap exis adalah pernyataan Donald Trump, Presiden As, pada Desember lalu yang mengatakan bertekad akan mengalahkan seluruh kelompok ISIS dijadikan bahan candaan oleh pihak ISIS dalam sebuah pesan beberapa saat lalu. Lalu, kelompok yang didirikan oleh Abu Bakar al-Baghdadi menyatakan klaim bahwa kelompok mereka juga masih jauh dari kata selesai.

Saat kekuasaan ISIS pada Mosul, Irak dan Raqqa, Suriah hancur pada akhir 2017 silam, kemudian kelompok tersebut masih berjuang memproyeksikan citra negara yang berfungsi dan berkembang - yang telah membentuk dasar klaimnya untuk menghidupkan kembali 'kekhalifahan Islam' dan aktivitas dari kelompok tersebut masih tetap ada pada negara lain.

Berbagai kejadian teror yang terjadi pada beberapa belahan dunia diklaim ISIS adalah tanggapan atas serangan yang diderita oleh kelompok ISIS pada saat mereka dipukul mundur oleh tentara SDF di Irak dan Suriah.

Selain Irak dan Suriah, ISIS secara resmi juga menyatakan kehadirannya di negara-negara dan wilayah berikut: Libya, Mesir, Yaman, Arab Saudi, Aljazair, Khorasan (wilayah Afghanistan-Pakistan), Kaukasus, Asia Timur (kebanyakan aktif di Filipina), Somalia, dan Afrika Barat (kebanyakan aktif di Nigeria).

Pada tahun 2018, ISIS mengklaim 316 serangan di Afghanistan, 181 di semenanjung Sinai Mesir, 73 di Somalia, 44 di Nigeria, 41 di Yaman dan 27 di Filipina, BBC Monitoring melaporkan.

Jumlah klaim serangan oleh ISIS di Provinsi Afrika Barat di Nigeria telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Tentara telah menjadi sasaran utama, mungkin karena kelompok itu berusaha untuk merebut persenjataan dan pada gilirannya meningkatkan kemampuannya.

Dalam tiga bulan pertama di tahun 2019, ISIS mengklaim bahwa 44 serangan di Nigeria adalah serangan kelompok mereka dan jumlah serangan didaerah tersebut sesuai dengan jumlah yang diklaimnya sepanjang tahun 2018.

Sebuah video propaganda yang dirilis pada bulan Januari, ISIS Provinsi Afrika Barat meminta umat Islam untuk bermigrasi ke wilayah tersebut dan bergabung dengan cabangnya, menandakan bahwa mereka siap menerima rekrutmen asing.

Pada 22 Maret 2019, ISIS Provinsi Afrika Barat mengumumkan untuk pertama kalinya bahwa kehadirannya di Burkina Faso - sebuah negara di mana saingannya Al Qaeda telah melakukan beberapa serangan.

Selain itu, baru-baru ini, ISIS mengisyaratkan melalui propagandanya untuk meningkatkan aktivitasnya di Tunisia, sebuah negara di mana sejauh ini gagal membuat terobosan setelah serangan Sousse 2015 yang diklaim ISIS di sebuah museum dan resor pantai negara itu.

Pengumuman tentang Tunisia dan Burkina Faso menunjukkan bahwa setidaknya dalam hal propaganda, ISIS ingin menunjukkan bahwa mereka 'tetap ada dan berkembang', seolah-olah kelompok itu ingin mengkompensasi kerugiannya di Irak dan Suriah, serta untuk mengingatkan orang-orang bahwa mereka juga beroperasi di luar Timur Tengah.

Kendati demikian, beberapa cabang, seperti Aljazair dan Arab Saudi, nyaris tidak mengklaim aktivitas apa pun, dan yang lain seperti Kaukasus jarang mengklaim serangan.

REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar

















Share on Google Plus

About BERITATOTOKITA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Kelompok ISIS Menyatakan Bahwa Mereka Masih Jauh Dari Kata Selesai | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita