Marquez MENGAKUI Dovizisio Lebih CEPAT DI SEPANG

SELANGOR – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengakui meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2018 akan sangat sulit baginya. Ia juga sadar kalau Andrea Dovizioso punya peluang besar untuk kembali menang karena kecepatan motor Desmosedici GP18 sulit ditandingi.

Marquez sendiri terhitung empat kali hampir terjatuh di dua sesi latihan bebas pada Jumat 1 November 2018 di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor. Tiga kali ban depan hard yang dipakainya kehilangan cengkeraman dan sekali tergelincir dengan ban medium.


Marc Marquez

Hasil terbaik ditorehkan Marquez pada sesi latihan bebas dua (FP2) dengan waktu 1 menit 59,701 detik. Catatan tersebut jauh lebih tajam dibandingkan waktunya di FP1 yang mencapai 2 menit 00,801 detik. Perolehan tersebut masih lebih lambat dibanding waktu tercepat Dovi yakni 1 menit 59,697 detik di FP1.

“Kami harus melihat data karena saya satu-satunya pembalap yang memakai ban depan hard, dan mungkin terlalu keras. Di putaran terakhir saya memakai kompon lain dan rasanya jauh lebih baik,” ujar Marc Marquez, Sabtu (3/11/2018).

“Kami selalu melihat kalender dan mengecek di mana trek yang cocok untuk menyerang. Di sini (Sepang) tentu bukan tempat terbaik buat kami untuk menargetkan podium. Benar bahwa Dovizioso lebih cepat dari semua orang di sini. Dia punya kecepatan yang bagus dan membawa motor dengan cara yang bagus juga. Kami harus lebih kompetitif dengan kecepatan yang sama,” imbuh pria berusia 25 tahun itu.

Andrea Dovizioso


Perlu diketahui, Dovizioso merupakan pembalap yang berhasil memenangi seri Malaysia dalam dua tahun terakhir. Apalagi, dua trek lurus panjang di Sepang sangat menguntungkan bagi kecepatan serta tenaga motor Ducati.



REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar
Share on Google Plus

About Toto Kita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Marquez MENGAKUI Dovizisio Lebih CEPAT DI SEPANG | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita