Hilang 3 Hari di Hutan Angker, Cerita Kek Nurdin Bikin Merinding


Beritatotokita.info - Kakek ini, Nurdin (72), hilang misterius selama 3 hari 3 malam di hutan angker di Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ditemukan kondisinya lemas, dan pengakuannya bikin merinding.

Saat ini Nurdin masih dalam perawatan di RSUD Latemmamala, Soppeng. Kondisinya berangsur-angsur membaik. “Saya tidak tahu ada di mana, rasanya singkat, perasaan cuma di dalam rumah. Pas saya terbangun sudah ditemukan warga di hutan,” ceritanya.

“Saya diberi makan 7 orang lelaki yang tidak saya kenal rupanya, mereka bergantian membawakan makan, tidak tahu apa jenis makanannya. Saya lihat masyarakat dan petugas mencari, lewat di dekat saya, tapi mereka tidak lihat saya. Saya berteriak, tapi suara saya tak didengar,” tambahnya.

Setelah diberi cairan vitamin oleh perawat, Nurdin kemudian dibawa menggunakan ranjang roda dan dipindahkan ke ruang rawat inap. Berbagai asumsi yang berkembang di masyarakat pun sebelumnya mengungkapkan misteri hilangnya Nurdin karena disembunyikan makhluk gaib yang berada di dunia lain.

Meskipun demikian, Wakapolres Soppeng Kompol Catur, yang juga ikut menjenguk korban di IGD, tidak berani memastikan kebenaran dari istilah ‘disembunyikan makhluk gaib’ yang dianggap di luar nalar tersebut.

“Kalau disembunyikan, saya mohon maaf, saya tidak bisa menjawab seperti itu, tapi percaya atau tidak, di suatu adat istiadat di daerah, memang kerap terjadi hal demikian. Namun saya tidak mau menyimpulkan karena hanya manusia biasa yang tidak punya indra keenam,” jelasnya.

Sebelumnya Nurdin hilang pada malam tahun baru di Hutan Soppeng dan ditemukan warga Rabu pagi ini. Nurdin ditemukan dalam kondisi lemas dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Misteri hilangnya Nurdin di dalam hutan Galimpuae, Desa Pissing, Kecamatan Donri-Donri, Soppeng, Sulsel, menyimpan misteri. Masyarakat Soppeng percaya hutan itu sebagai hutan keramat.

Meski korban telah ditemukan, cerita dari mulut ke mulut oleh sejumlah warga membuat penasaran. Tokoh masyarakat setempat, Mulyadi, menceritakan lokasi yang disakralkan penduduk tersebut.

“Di sana ada kuburan kuno yang dipercaya milik ‘dato’ setempat. Ada juga sumur kuno besar (Galimpuae), penunggunya wanita cantik, sering dilihat warga,” ungkap Mulyadi.

Mulyadi bercerita, dulu di hutan tersebut sudah banyak korban yang hilang. Konon korban hilang karena melihat tanaman cabai yang buahnya besar seperti tanduk kerbau. Bila melihatnya, korban tidak bakal lagi bisa kembali dari dalam hutan. Tidak pula bisa ditemukan meski banyak orang mencarinya.

Di lokasi terpisah, Kepala Desa Pissing, Siti Salimah, membenarkan nama lokasi yang kerap diistilahkan warga setempat sebagai hutan ‘Galimpuae’ itu. Di hutan ini terkandung banyak cerita misteri.

“Iya, lokasi itu dikenal keramat. Warga di sana menyebutnya hutan Galimpuae, diketahui warga pun banyak yang tersesat sebelumnya meski tidak sampai lama seperti Bapak Nurdin,” ungkap Siti.

Hutan yang berstatus hutan lindung sekaligus hutan adat ini terdiri dari banyak bukit yang mengelilinginya. Hutan ini diungkapkan jarang terjamah manusia. Penduduk setempat mengaku takut memasuki kawasan hutan tersebut.





REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar



Share on Google Plus

About Any Huang

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Hilang 3 Hari di Hutan Angker, Cerita Kek Nurdin Bikin Merinding | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita