Ribuan Warga Indonesia Korban Tragedi 1998 Akan Diusir Dari Amerika



Beritatotokita.info - Setelah 20 tahun tinggal di Amerika Serikat (AS), ribuan warga negara Indonesia (WNI) korban tragedi 1998 diusir dari Negeri Paman Sam tersebut.

Ribuan WNI itu terusir dari Amerika karena perintah eksekutif yang ditanda tangani Presiden Donald Trump. Kebijakan ini mengakibatkan ribuan WNI tersebut tidak bisa diterima lagi di Amerika.

Ssejumlah WNI diberi waktu dua bulan untuk meninggalkan AS. Di antaranya dialami keluarga Meldy dan Eva Lumangkun. Mereka diusir saat melapor ke Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Kota Manchester, Hillsborough County, Negara Bagian New Hampshire.

“Kami tidak mungkin pulang (ke Indonesia). Kami mengkhawatirkan keselamatan anak-anak kami,” ungkap Meldy.

Terkait keputusan ICE , dia telah membicarakannya lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait sejak awal Oktober. Selain Meldy, ada sekitar 60 warga Indonesia lain yang tinggal di New Hampshire pasca kerusuhan 1998.

Shawn Neudauer, jubir ICE, mengatakan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sesuai dengan perintah eksekutif Trump.

Dalam perintah eksekutif kontroversial yang juga melahirkan Muslim Ban itu, presiden ke-45 AS tersebut meminta aparat berwenang memulangkan seluruh imigran yang masuk secara ilegal. Termasuk keluarga Lumangkun dan puluhan lainnya.

Bukan hanya imigran dari Indonesia, ICE menarget seluruh imigran yang masuk secara ilegal ke AS. “Kini semua sudah tidak sama lagi,” kata Neudauer.

Trump memperketat seluruh aturan imigrasi. Dia juga menghentikan atau mencabut seluruh kebijakan pemerintahan sebelumnya yang dianggap terlalu lembek. Prioritas Trump saat ini adalah membersihkan AS dari para imigran ilegal.

Lumangkun merupakan bagian dari sekitar 2.000 WNI yang pada 1998 menjadi bulan-bulanan kelompok ekstrem. Pada tahun yang sama, mereka berbondong-bondong pergi ke AS untuk memulai hidup baru.

Saat itu mereka rata-rata masuk dengan visa turis. Namun, visa tersebut lantas tidak diperpanjang. Mereka pun tinggal secara ilegal. Pada era Presiden Barack Obama, Lumangkun dan orang-orang Indonesia lainnya mendapat ampunan meski menetap secara ilegal. Saat itu Washington tidak memulangkan para imigran tersebut.

Mereka boleh tetap tinggal di AS jika melaporkan keberadaannya secara rutin. “Mereka harus menyerahkan paspor dan menepati jadwal lapor ke ICE,” kata senator Jeanne Shaheen. Kini kebijakan itulah yang dihapus Trump.

Selain di New Hampshire, WNI yang menghindari kerusuhan 1998 menetap di Negara Bagian New Jersey. Selama di AS mereka bekerja di sektor krusial.

 “Mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang penting. Mengganti mereka dengan orang baru bukan perkara mudah,” ucap Shaheen.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan, WNI yang di dua negara bagian tersebut sudah mengajukan banding di Pengadilan Boston. Kini kasus mereka sedang berjalan.





REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar
Share on Google Plus

About Any Huang

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Ribuan Warga Indonesia Korban Tragedi 1998 Akan Diusir Dari Amerika | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita