Heboh! Wanita Cantik ini Masukkan Cabai Super Pedas ke Bagian Bawah Selingkuhan Suaminya


Beritatotokita.info - Diselingkuhi itu memang sangat menyakitkan, dan itu dialami oleh wanita asal Vietnam ini.

Wanita  bernama Ly Chanel itu mengungkapkan bahwa dia curiga pada suaminya ketika pria tersebut kerap pergi selama berjam-jam. Ly dan sang suami, Chie Keo, saat itu baru menikah selama tujuh bulan.

Wanita berusia 23 tahun itu kemudian mengajak empat temannya untuk membuntuti suaminya. Pria tersebut ternyata pergi ke sebuah motel untuk bertemu selingkuhannya.

Tanpa menunggu waktu Ly masuk ke kamar tempat suaminya bertemu dengan sang selingkuhan. Dia langsung melabrak wanita yang merebut suaminya itu. Dan lebih mengerikannya, dengan dibantu teman-temannya, Ly membuka paksa celana wanita tersebut.

Dia kemudian mengeluarkan cabai super pedas berwarna merah yang ditaruhnya di kantung plastik. Cabai-cabai itu lalu dimasukkannya ke dalam kemaluan wanita selingkuhan itu.

Untuk melakukan aksi mengerikan itu, dia memakai sarung tangan plastik agar tangannya tidak kepanasan. Sedangkan teman-temannya membantunya membuka paksa kedua kaki sang wanita.

Teman Ly rupanya juga merekam aksi mengerikan itu. Aksi Ly ini mendapat kritikan dari netizen. Mereka mempertanyakan kenapa hanya si wanita selingkuhan yang dihukum. Sementara suaminya tidak juga ikut dihukum.

Ly yang saat ini sedang hamil tiga bulan mengungkapkan kekesalannya. "Bagaimana mungkin dia peduli pada kami (Ly dan anaknya), jika dia selingkuh dengan wanita lain. Wanita yang menghancurkan keluarga kami," ujarnya.

Entah bagaimana hubungan antara keduanya kini, mungkin saja si wanita akan mengajukan cerai kepada suaminya itu.





REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar
Share on Google Plus

About Any Huang

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Heboh! Wanita Cantik ini Masukkan Cabai Super Pedas ke Bagian Bawah Selingkuhan Suaminya | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita