Ditarik ke Rumah Kosong, Cewek 16 Tahun Itu Langsung Diancam


Beritatotokita.info - Bocah di bawah umur yang telah putus sekolah berinisial SN (16), warga Desa Aek Jangkan, Kecamatan Halongonan, Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut), mendatangi Polda Sumut.

Ia melaporkan dugaan kejahatan seksual yang dialaminya. Tak sendiri, SN didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut dan 71 warga desanya. Mereka datang ke Polda Sumut karena merasa laporannya di kepolisian setempat tak ditanggapi.

“Pelaku dugaan pencabulan ini berinisial HS, seorang oknum aparatur desa. Keterangan korban kepada kami, ia dicabuli pelaku di sebuah rumah kosong milik pelaku, terang Sekretaris Jenderal (Sekjen) LPA Sumut, Junaidi Malik.

Menurut keterangan korban, perbuatan tidak senonoh ini terungkap setelah dia bercerita kepada adik majikannya bernama Siti Khoriah. Korban bekerja di toko grosir milik ayah Siti Khoiriah. Kepada Siti Khoriah, korban membeberkan perihal pencabulan itu.

Mendengar penderitaan korban, Khoiriah pun berempati. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke abangnya yang bernama Perhimpunan Ritonga. Perhimpunan pun geram. Ia lalu mengajak para tetangganya bermusyawarah.

 Hasil musyawarah, menyepakati masyarakat bersama korban mendatangi rumah pelaku. Tujuan kedatangan masyarakat itu guna meminta klarifikasi. Namun pelaku tidak mengakui. Bahkan pelaku mengancam akan melaporkan balik korban karena telah memfitnahnya.

Tak terima atas sikap pelaku yang tidak akomodatif, 71 orang masyarakat sepakat melapor ke Polres Tapsel. Sebanyak 71 orang dari masyakat itu menandatangani petisi siap sedia berdiri di garda terdepan melaporkan pelaku ke polisi.

Tak hanya itu, sambung Junaidi, korban disuap oleh pelaku dengan memberikan 2 hektar tanah. “Tapi korban menolak tegas. Korban ingin kasus ini diselesaikan secara hukum,” ungkap Junaidi.

Karena itu, terang Junaidi, Lembaga Perlindungan Anak Sumut serius mengawal kasus anak ini. Sesuai kesepakatan antara LPA dan Kapolda Sumut, beberapa waktu lalu, Kapolda mengatakan kasus kejahatan seksual pada anak sudah jadi atensinya. Tidak boleh ditimbang-timbang.

“Kami minta ketegasan Pak Kapolda untuk mengungkap kejahatan seksual ini,” tandas Junaidi.

Kasubdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Hari Sandy Sinurat, mengatakan pihaknya sudah menerima kedatangan korban, para saksi yang didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut. Aspirasi pihak korban sudah didengarkan. Bahkan, oleh Subdit 4, sempat diberikan konseling kepada korban.

Namun Sandy menepis kasus ini sudah dihentikan (SP3). Ia mengaku sudah menghubungi Kasat Reserse Kriminal Polres Tapsel dan mendapat informasi, kasus tersebut tidak di-SP3-kan.

Melainkan, kasusnya belum duduk, lantaran, kepada penyidik Polres Tapsel, korban tidak mengakui dirinya dicabuli pelaku. Sehingga penyidik tidak memiliki alat bukti yang cukup untuk melanjutkannya.

Kendati demikian, kata Sandy lagi, pihaknya telah menyarankan korban melapor ke Wasidik (bidang pengawasan penyidik) Polda Sumut. Supaya Wassidik yang memanggil penyidik Polres Tapsel.

Dan jika perlu dilakukan gelar perkara di markas Polda Sumut, dengan mengundang pihak lain untuk mendapatkan masukan. “Jadi kasusnya belum dihentikan. Cuma penyidik Polres Tapsel tidak memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka,” pungkas Sandy Sinurat saat dikonfirmasi via telepon seluler.





REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar
Share on Google Plus

About Any Huang

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Ditarik ke Rumah Kosong, Cewek 16 Tahun Itu Langsung Diancam | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita