Dinas Kesehatan dan Polres Sukabumi Melakukan Sidak Ke Apotek dan Toko Obat

Image result for obat pcc

Beritatotokita - Anggota Polres Sukabumi Kota bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Jawa Barat melakukan sidak ke sejumlah toko obat maupun apotek untuk mengecek keberadaan pil Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC), Sabtu (16/9/2017).

Sidak yang dilakukan ini untuk mencegah beredarnya obat PCC yang telah memakan korban jiwa di  Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rustam Mansur menegaskan razia ini untuk mencari di sejumlah apotik maupun toko obat guna mewaspadai beredarnya obat jenis PCC. Sebab, obat PCC itu sudah dilarang beredar.

“Jangan sampai ada pil PCC yang beredar di wilayah hukum kami. Kami akan mengerahkan Satuan Reserse Narkoba untuk melakukan pengawasan,” tegas Rustam.

Meski sudah menyisir satu persatu toko obat dan apotek, petugas tak mendapati obat PCC tersebut. Namun mereka menemukan resep obat daftar G yang dikeluarkan salah satu rumah sakit di Bandung.
​ ​
Jenis obat itu yakni Alprazolam dan Alganax. Merek obat itu tidak boleh bebas diperjualbelikan. Resep tersebut dipesan seseorang di salah satu apotik di Kawasan Gang Peda, Jalan A Yani.
“Pil PCC tidak ditemukan, tapi tadi ada resep dari salah satu rumah sakit di Bandung yang dibeli di Sukabumi. Menurut Dinkes hal itu dilarang. Kami menyerahkan ke dinkes untuk melakukan penindakan internal karena apotek karena telah terdaftar di dinkes. Polisi akan bertindak jika ada laporan penyalahgunaan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Dokter Rita Neny menjelaskan pil PCC yang mengandung carisoprodol sudah dilarang beredar sejak 2013 lalu. Disebutkan, kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman ke masyarakat obat PCC itu tidak boleh lagi beredar. “Sekaligus memberikan imbauan bagaimana pelayanan obat di apotek atau toko-toko obat,” imbuhnya.

Terkait adanya resep yang lintas wilayah, kata Rita, obat dengan kandungan psikotropika tidak bisa sembarangan diberikan
​.
Dinkes terkait hal itu akan menegur dan memberikan pembinaan apotek bersangkutan, ermasuk berkoordinasi dengan rumah sakit yang mengeluarkan resep.

“Aturannya tidak boleh resep dari Bandung kemudian obatnya diambil di Sukabumi. Kalau memang dari Bandung, ya, tebusnya di Bandung,” tandasnya.
Share on Google Plus

About Angel Anastasya

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Dinas Kesehatan dan Polres Sukabumi Melakukan Sidak Ke Apotek dan Toko Obat | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita