Penyelundup 1 Ton Sabu, Sindikat yang Terputus (Tidak Saling Kenal)

Beritatotokita - Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Gidion Arif Setyawan menuturkan, komplotan penyelundup sabu seberat 1 ton di Kawasan Pantai Anyer, Serang, Banten, adalah jaringan internasional yang terputus. Yakni antara pemilik, pengirim, dan penerima barang haram tersebut tidak saling kenal.

Untuk itu dijelaskan Gidion, sebagian besar pengungkapan kasus narkoba tidak pernah utuh atau dengan kata lain tidak bisa menangkap sampai ke akar.

“Sistem distribusi biasanya terputus kan, nah kalo menurut keterangan mereka dari sini sampe ke sini, sehingga nanti di suatu tempat dia sudah beli packingnya itu kan, dia nunggu telepon ini. Yang ini ada yang ngambil yang ini ada yang nganter. Antara pelaku dan penerima nggak ada yang kenal,” ujar Gidion saat ditemui di ruangan kerjanya di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Sabtu, (15/7/2017).

Untuk kasus jaringan Taiwan yang beberapa hari lalu ditangkap dengan barang bukti 1 kilo sabu dikatakan Gidion tidak saling mengenal antara pengantar, yang menurunkan, dan pemilik barang haram tersebut.

“Pokoknya perintahnya kamu nunggu di sana nanti ada orang ambil barang itu. Nggak tau dia orangnya, terputus ya. Dia gak ambil ke tengah laut. Jadi dari laut ada kapal besar yang kayak speed boat itu yang diceritakan kayak kapal SAR dia lalu masuk kemudian ke pantai. Dia ambil dari pantai,” bebernya.

Menurut analisanya, Gidion berasumsi bahwa dimungkinkan kapal utama yang membawa sabu tersebut membawa lebih dari 1 ton sabu dari Cina. Kemungkinan sebelum masuk ke Indonesia terlebih dahulu memasok ke negara-negara yang dilalui.

“Itu analisa kita, bukan fakta ya. Nggak mungkin dari sana mereka cuma nganter ke Indonesia saja gitu kan. Kalau kita ke kantor pos masa kita cuma ke satu tujuan bawa satu barang dengan rentang yang begitu panjang. Contohnya, ketika mengantar dari Jakarta ke Semarang masa cuma satu barang satu tujuan? Kan lebih menguntungkan jika sekalian jalan. Jadi tidak jauh beda dengan ini, dari China masa untuk Jakarta saja. Analisanya begitu, dari China, Taiwan, kan juga lewat Filipina, Thailand,” paparnya.

Tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Polresta Depok membongkar penyelundupan sabu 1 ton di demaga Hotel Mandalika, Anyer, pada Rabu (13/7/2017).

Pelaku empat orang, yakni Lin Ming Hui (bos), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin tewas ditembak polisi lantaran melawan saat ditangkap. Sementara Chen dan Liao ditangkap hidup-hidup. Hsu sempat melarikan diri. Namun kurang dari 12 jam, pelaku berhasil diringkus saat menunggu bus.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memperkirakan sabu dalam 51 bungkus besar itu nilainya Rp1,5 triliun. Ia juga menyebut pengungkapan kasus penyelundupan ini menyelamatkan 2 juta orang.





REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar
Share on Google Plus

About Angel Anastasya

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Penyelundup 1 Ton Sabu, Sindikat yang Terputus (Tidak Saling Kenal) | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita