Sofyan Mengaku Susah Mendapatkan Pekerjaan, Usai Mendapat Status Mantan Teroris

Sofyan Mengaku Susah Mendapatkan Pekerjaan, Usai Mendapat Status Mantan Teroris

Berita hangat totokita - Pernah menjadi terpidana terorisme membuat Sofyan Tsuari sulit mendapatkan pekerjaan.

Sofyan bahkan tidak diterima menjadi pengemudi ojek online.

Perusahaan itu mensyaratkan lampiran Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Ketakutan Sofyan ialah adanya penulisan pernah terlibat tindak pidana terorisme.

"Kita kan perlu pekerjaan, ada pekerjaan kayaknya jadi Grab. Kita sudah urus, tapi 1 kekurangannya SKCK. Ketika ktia urus SKCK disyaratkan pernah terlibat apa. Kan pernah terlibat terorisme," tutur Sofyan Tsauri saat diskusi bertajuk 'Membedah Revisi uu Terorisme' di Cikini, Jakarta, pada hari Sabtu (3/5/20167).

Untuk menghindari 'kengerian', terpidana penjara sepuluh tahun itu akhirnya tak menyerahkan SKCK.

Menurut ia, catatan pidana yg pernah dia lakukan tetap tersimpan dlm database kepolisian.

"Polres punya 'back up' itu. Itu yg buat kita sulit. Akhirnya pihak Grab tanya terus. Ini SKCK-nya mana. Mau terus terang tidak enak. Akhirnya begitu. Stigma itu yg jadi sulit kembali ke masyarakat," ungkap mantan polisi berpangkat Brigadir Kepala itu.

Kini, Sofyan mengaku pekerjaannya ialah sebagai penceramah dan guru agama.

Sofyan mengaku dulunya ialah bagian dari Jaringan Terorisme Alqaeda.

Dia menjalani pidana penjara 6 tahun.

Sofyan dulunya ialah anggota Brimob Polri dan pernah bertugas di Aceh.





REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar
Share on Google Plus

About Merry Liu

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Sofyan Mengaku Susah Mendapatkan Pekerjaan, Usai Mendapat Status Mantan Teroris | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita