Afi Mengaku Tidak takut Pada Ancaman dan Persekusi Yang Ditujukan kepadanya



Beritatotokita.info - Remaja putri bernama Asa Firda Inayah (19) yang di kenal dengan Afi, yang sempat hebohkan media sosial (medsos) pada bulan Mei baru lalu, terkait dengan tulisannya berjudul Warisan.

Afi yang baru saja tamat SMAN 1 Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jatim ini menyindir anak bangsa yang belum mengerti arti sebuah kebinekaan dalam keberagaman dan perbedaan di Indonesia dalam tulisannya.

Sebuah judul Warisan dibaca oleh 74.091 warganet dan ditanggapi 131.000 kali dengan 17.000 komentar. Akibat tulisannya tersebut, akses akun Facebooknya sempat ditutup selama 24 jam. Diduga karena dilaporkan oleh komunitas yang anti-bhinneka tunggal ika sebagai ‘gangguan pemikiran serius’.

Anak pertama dari pasangan suami istri Wahyudi-Sumarti, ayahnya yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL) dan ibunya sebagai ibu rumah tangga yang mengalami kebutaan akibat penyakit glukoma, mengaku mendapat banyak ancaman, mulai dari dicelakai hingga akan dihabisi, dibunuh.

Dia mengaku memiliki alasan kuat untuk tetap berani berbicara tentang keanekaragaman dan perbedaan di Indonesia. Dirinya tidak merasa takut dan tertekan dengan ancaman-ancaman itu. “Karena saya punya niat baik dan Tuhan tahu niat saya itu. Tidak tertekan,” ucap dia ketika tampil sebagai pembicara di hadapan civitas Universitas Tribuana Tungga Dewi (Unitri) Kota Malang, belum lama ini.

Ancaman yang diterima Afi beragam, di antaranya melalui telepon dan inbox di Facebooknya. Pelaku mengancam baik mengancam secara fisik, bullying dan verbal atas tulisannya berjudul Warisan. “Saya diancam bebagai macam, mulai ancaman fisik sampai bullying. Tetapi saya tidak takut dan akan tetap menulis karena itu merupakan passion saya. Saya punya niat mulia dari menulis,” tegas dia yang semula hendak melaporkan ancaman via medsos itu ke Polisi, namun diurungkannya karena ia sudah dilindungi Allah SWT, Banser GP Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU).

Pada bagian lain Afi berharap penyebaran paham radikalisme, premanisme dan tentang anti-perbedaan terkait SARA, dan maraknya hoax di medsos, dapat diantisipasi oleh aparat kepolisian sebagai pelaksana penegakkan hukum atas Undang-undang IT. Oleh karenanya ia mendukung pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang dinilainya memiliki kecerdasan dan ketegasan yang prima dalam penegakan hukum.

“Belum ada laporan ke Polisi (Polres Banyuwangi atau Polda Jatim). Memang persekusi bukan delik aduan, sehingga tanpa aduan masyarakat, kita bisa langsung melakukan tindakan hukum,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Frans Barung Mangera, Sabtu tadi pagi. Ia membenarkan, Polda Jatim bersama Polres Banyuwangi sedang menyelidiki kasus persekusi yang dialami Afi, tambahnya.



Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita Hobi dengan Game Online? Ayo, Ikuti berbagai permainan yang menarik di bawah ini dan menangkan hadiahnya!! Togel Online Terbaik SPORSTBOOK Tembak Ikan Online
Share on Google Plus

About merlina mei

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Afi Mengaku Tidak takut Pada Ancaman dan Persekusi Yang Ditujukan kepadanya | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita