Ditemukan Perbedaan NIK dengan Formulir C6, Tim Ahok - Djarot Angkat Bicara

Berita Hangat dari Totokita menyajikan berbagai macam seputar berita aktual dari berbagai sumber
anggota tim pemenangan Ahok-Djarot, I Gusti Putu Artha


Beritatotokita.info - Koordinator tim manajemen saksi dan pengamanan suara paslon gubernur dan wakil gubernur Ahok- Djarot, I Gusti Putu Artha, berharap tidak ada pemilih yang dihambat masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) hanya sebab kesalahan cetak nomor induk kependudukan (NIK) di surat undangan atau C6.

Di medsos seorang warga dengan nama akun Elsa Tamar mentautkan NIK berbeda antara formulir C6 dengan E-KTP.

KPU DKI sudah mengatkan hal seperti itu kemungkinan terjadi dikarenakan human error yaitu karena kesalahan KPPS dalam penulis NIK di formulir C6.

Putu mengatakan, ini motif baru di putaran kedua Pilkada DKI. Dia juga mengatakan jika karena kesalahan tulis NIK di  formulir C6 sampai menghambat pemilih mencoblos, berarti ada yang mengatur terjadinya hal tersebut.

"Hanya gara-gara NIK orang dihambat masuk TPS berarti sudah ketemu jawabannya, ini design by order. Jadi upaya sadar yang dilakukan secara sistematis," kata Putu, dalam jumpa pers di Media Center Badja

Pihaknya akan terus memantau hingga saat pencoblosan besok, apakah terjadi hal semacam ini. Menurut Putu, kesalahan penulisan NIK ini sesuatu yang aneh.

"Teman-teman bisa confirm ke Bawaslu mengapa modus baru kesalahan NIK ini terjadi, ini menurut saya agak aneh. Kalau human error, angkanya (kesalahan NIK) di viral (media sosial) itu beda jauh," ujar Putu.

Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pemutakhiran Data Pemilih Moch Sidik sebelumnya menanggapi beredarnya informasi perbedaan nomor induk kependudukan (NIK) yang ditulis dalam formulir C6 atau surat pemberitahuan memilih dengan NIK asli yang ada dalam E-KTP. Menurut Sidik, perbedaan tersebut kemungkinan terjadi karena kesalahan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) saat menulis NIK dari berkas daftar pemilih tetap (DPT).

"Jadi human error, harus dipastikan. Jadi cek saja sidalih, kalau terdaftar, mestinya NIK benar di DPT, cuma formulir C6 aja yang bermasalah," ujar Sidik di Kantor KPU DKI.

Sidik mengatakan, apabila ada perbedaan, NIK yang akan dicek adalah yang tercantum dalam e-KTP.

Untuk memastikan apakah pemilih mendapatkan formulir C6 dengan NIK yang berbeda, Sidik mengimbau mereka untuk mengecek apakah sudah terdaftar dalam DPT dengan mengakses laman https://pilkada2017.kpu.go.id/pemilih/dpt/2/nasional. Apabila NIK dalam formulir C6 tersebut berbeda, pemilih tak perlu lagi meminta formulir C6 baru kepada KPPS.

"Saya kira formulir C6 yang sudah dibagikan saja. Ini kan kami berikan ke KPPS, bilang saja ini yang benar. Koreksi sendiri enggak apa-apa," kata Sidik.



Share on Google Plus

About merlina mei

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Ditemukan Perbedaan NIK dengan Formulir C6, Tim Ahok - Djarot Angkat Bicara | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita