Panti Pijat Tradisional Surabaya Digerebek Polisi, Terlihat Hal Mengejutkan di Dalam Kamar

Panti Pijat Tradisional Surabaya Digerebek Polisi, Terlihat Hal Mengejutkan di Dalam Kamar

Beritatotokita Panti Pijat Tradisional Surabaya Digerebek Polisi, Terlihat Hal Mengejutkan di Dalam Kamar

Beritatotokita, SURABAYA - Polisi gerebek tempat pijat tradisional Bu Hari & Nensi. Pemijat pada 2 lokasi ini diketahui berikan layanan plus-plus kepada para pelanggannya.

Saat penggerebekan Bu Hari di Tambak Rejo, polisi menemukan sejumlah pemijat sedang lakukan hubungan badan dgn tamunya di dalam bilik.

Lima pemijat Bu Hari yg dikelola Samsul (55) memasang harga Rp 100 rbu utk pijat biasa. Tamu yg minta pelayanan esek-esek cukup bayar Rp 200 rbu. Pengelola akan terima Rp 60 rbu sampai dengan Rp 100 rbu.

"Saya kelola dan teruskan tempat ini dari orangtua. Saya tak tau kalau pekerja juga berikan pelayanan lebih selain dari pijat tradisional. Saya larang keras," kelit Samsul ketika digelandang anggota Polrestabes Surabaya, Rabu (26/10/2016).

Tempat pijat Nensi juga hampir mirip. Sang pengelola Ny.Sumirah (42) memiliki enam pemijat yg setiap hari siap berikan pelayanan sesuai dengan yang diinginkan tamu. Bisnisnya juga sudah berjalan sekitar tiga tahun.

Harga yg dipasang utk sekali layanan adalah Rp 100 rbu utk kategori pijat biasa. Kalau ada layanan lebih, sang tamu akan kena biaya Rp 300 rbu s/d Rp 400 rbu.

Tamu juga boleh bawa pemijat kluar utk diajak berhubungan badan, tentu dgn harga sampai sekitar Rp 500 rbu.

"Ada 7 pekerja yg bisa layani pijat esek-esek, mereka juga boleh diajak keluar kencan," ujar Wakil KasatreskrimPolrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno. 


REFFERAL 1.5 UP TO 4%
ayo buruan discount besar besaran
2D: 29%
3D: 59%
4D: 66%
Untuk mendaftar
Share on Google Plus

About Merry Liu

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Panti Pijat Tradisional Surabaya Digerebek Polisi, Terlihat Hal Mengejutkan di Dalam Kamar | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita