Polisi Sumut Diklaim Sebagai Perampok


Banda Aceh - Keluhan itu disampaikan Dosen UIN Ar-Raniry, Syahminan, sembari menyebutkan tindakan oknum polisi diklaim bahagian dari ‘merampok’. Karena menurutnya, tidak ada pelanggaran lalu lintas yang dilakukan, sehingga dirinya tetap harus rela dipaksa merogoh uang Rp 400 ribu. “Waktu itu kondisi saya sedang membawa anggota keluarga yang sakit ke Medan, situasi saya mendesak. Padahal semua surat kendaraan mulai SIM, STNK, sampai kotak P3K tersedia di dalam mobil. Tapi, masih ada saja kesalahan yang dicari-cari,” ungkap Syahminan.

Ia menjelaskan kesalahan yang dipersoalkan oleh oknum polisi yang menahan mobil Toyota Innova BL 220 AM yang dikemudikannya terjadi di pos lalu lintas dalam Kecamatan Besitang, Sumatera Utara Jumat (8/8) malam. “Pada saat distop oknum polisi itu beralasan, anak saya yang duduk di bangku belakang dalam posisi tertidur tidak memakai sabuk pengaman. Kesalahan itu dicari-cari setelah melihat semua surat-surat kendaraan saya lengkap. Ini kan persoalan kecil yang sengaja dicari-cari,” ujar Dosen UIN Ar RAniry itu.

Syahminan mengatakan oknum polisi itu mengancam mobil akan ditilang, setelah sempat dia memberi penawaran harga bahwa mobil akan dilepas bila memberikan sejumlah uang.

“Awalnya oknum tersebut meminta Rp 500 ribu. Lalu saya bilang kalau uang yang ada pada saya cuma Rp 200 ribu. Tapi, dia tetap tidak mau, sehingga dia itu bilang yang paling bisa Rp 400 ribu. Karena kondisi saya terdesak karena sedang membawa keluarga sakit, sehingga saya relakan saja,” ungkapnya.

Ia pun menyebutkan pada malam itu sederetan mobil pribadi lainnya pelat BL khususnya, berjejer distop para oknum polisi dalam wilayah tersebut. “Sementara kita di Aceh mempermudah kedatangan pelat non BL. Kami harap ini harus menjadi pertimbangan para pengembil kebijakan, terutama dari Polda Aceh bersama-sama Pemerintah Aceh harus mencari solusinya. Kalau perlu infokan masalah ini ke Presiden, tentu nantinya akan ditindaklanjuti oleh Kapolri. Untuk razia gelap ini sering dilakukan saat malam hari hingga subuh,” ujar Syahminan.

Dosen UIN Ar-Raniry itu, sempat mengirimkan pesan singkat ke Serambi, Minggu (10/8) sore, saat beranjak pulang dari Medan menuju Aceh. Dalam pesan singkatnya itu, ia mengancam akan menabrak siapa saja yang akan menyetop mobilnya. Karena dia meyakini, ujung-ujungnya tetap uang. ‘Saya tidak peduli dan saya sudah siap ditembak hari ini. Masalahnya ini pemerasan bagi pelat BL oleh oknum polisi di jalan-jalan dan sejauh ini tidak ada tindakan apa-apa dari pimpinan di Aceh untuk membasminya. Biar mereka kenal Aceh Pungo (Aceh Gila-red). Ini ungkapan saya hari ini,’ tulis Syahminan dalam pesan singkatnya berbahasa Aceh.
Keluhan demi keluhan terus terlontar dari masyarakat yang sering berpergian ke Medan membawa kenderaan sendiri, sepertinya polisi sumut ini teleh mentarget yang plat BL semuanya di ringkus tanpa kecuali.



Share on Google Plus

About Merry Liu

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Polisi Sumut Diklaim Sebagai Perampok | Berita Hangat Totokita - Berita Hangat Totokita